24/07/2021

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Dengan Pengawasan Prokes Covid-19, di Gelar Festival Candi Muaro Jambi Juli 2021

2 min read

Candi Muaro Jambi/Foto: https://jalanbareng.com/

JAMBIDAILY MUAROJAMBI – Dengan pengawasan protokol kesehatan covid-19, kegiatan Kharisma Event Nasional (KEN) Festival Candi Muaro Jambi (FCMJ) akan digelar pada Akhir Juli 2021 dengan Tema 4B yaitu Bangkit, Berkolaboratif, Berenovatif, dan Berkearifan Lokal.

Direncanakan ada Pameran/Bazar UMKM kabupaten/kota dan Se-kabupaten Muarojambi, Telusur kanal kuno, Festival kuliner ikan Senggung, Lomba lagu daerah, Lomba tari daerah dan kreasi, serta Hadrah.

Tidak hanya itu saja, juga ada lomba Homestay atau rumah singgah, yang pesertanya dari masing-masing Kecamatan se-Kabupaten Muarojambi.

Keterangan yang diterima jambidaily.com, Kamis (10/06/2021) Pelaksanaannya dibuka tanggal 29 dan 30 Juli 2021 dan acara puncaknya 31 Juli 2021 bertempat di Kompleks Candi Muarojambi.

Pemerintah kabupaten Muarojambi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menerangkan persiapan lebih lanjut akan diinformasi ke masing-masing kecamatan, OPD, stakeholder dan pihak-pihak terkait.

“Nanti juga akan ikut berpartisipasi pihak perhotelan dan stakeholder lainnya, OPD, instansi, serta komunitas,” Ungkap Riduwan, Kepala Disparpora Muarojambi.

Disamping itu, kata Riduwan kegiatan KEN FCMJ akan mengundang perwakilan situs-situs budaya di beberapa provinsi di Sumatera dan Jawa.

“Kami akan mengundang seperti situs Candi Muara Takus, Situs Pulau Sawah Siguntur Dharmasraya, Borobudur dan Prambanan, sehingga nantinya pada KEN 2022 bisa naik dan masuk peringkat katogeri even nasional dan bahkan Internasional,” Jelasnya.

Dengan tema 4B yaitu Bangkit, Berkolaboratif, Berenovatif, dan Berkearifan Lokal, maka saatnya kita bersama mengeksplor kebangkitan budaya daerah yang mengkolaborasi semua pihak dan lahirnya inovasi baru yang berkearifan lokal,” Tambah Riduwan.

Berbagai sumber yang dikutip jambidaily.com, Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di asia tenggara, dengan luas 3981 hektar. yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.

BACA JUGA:  Lapuanja Terima Kunjungan Baksos TP PKK Muarojambi, Triana Agustin: Lapas Bukan Lagi Penjara

Kompleks percandian terletak di Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, provinsi Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28’3″ Timur 103* 40’04”.

Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke- 7 – 12 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

Pada kesempatan ini, Dia juga mengingatkan bahwa Semua acara harus mengikuti aturan pemerintah, mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19. “Acara menggunakan sistem on line dan of line atau dengan sistem hybrid,” Tandasnya.

(Riduwan, Kepala Disparpora Muarojambi/Foto:jambidaily.com)

Perlu Diingat dan jangan lengah terhadap protokol kesehatan (Prokes) karena Provinsi Jambi terus menunjukan peningkatan kasus covid-19.

Hal ini sangat dibutuhkan kesadaran kita bersama, merujuk dari data yang disampaikan pemerintah pusat maupun satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota masih menunjukan adanya penambahan kasus baru.

Masyarakat diharapkan terus patuh protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan 3M; Menjaga jarak dan tidak berkerumun, Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir, serta Memakai Masker.

Terkini telah diterapkan protokol kesehatan terbaru, yaitu gerakan 5M COVID untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Apa itu 5M? Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.

 

(*/Hendry Noesae/Hmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *