22/10/2021

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Diantara Waktu dan Covid-19, Senbi Ensemble Jambi Mengukir Prestasi Secara Nasional

3 min read

Senbi Ensemble/Foto: Dok

JAMBI WONDERFUL – Komunitas Senbi Ensemble Jambi berhasil mengukir prestasi di ajang Lomba Inovasi Musik Nusantara, meskipun penuh liku perjuangan karena kota Jambi sempat menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Dalam ajang yang diikuti 241 komunitas musik se-Indonesia tersebut Senbi berhasil meraih sebagai 12 komunitas penyaji terbaik dan lirik terbaik.

“Minggu, 3 Oktober 2021 menjadi hari yang membanggakan bagi provinsi Jambi, SENBI Ensemble salah satu komunitas musik Jambi berhasil meraih prestasi pada ajang Lomba Inovasi Musik Nusantara (LINMTARA) yang diselenggarakan oleh Yayasan Atma Nusantara Jati (Atsanti Foundation) bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan,” Ungkap Uswan Hasan, kepada jambidaily.com (Rabu, 06/10/2021).

Lomba ini menjadi ajang bergengsi bagi komunitas-komunitas musik di Indonesia hal ini dikarekan dijurikan langsung oleh para musisi musisi Indonesia, seperti; Dwiki Dharmawan, Ridho Hafiz, I Wayan Balawan, Peni Candra Rini, Uyau Moris, dan Anon Suneko.

Uswan Hasan yang lebih dikenal dengan sapaan Wawan, menguraikan bahwa LINMTARA pada tahun ini menjadikan Candi Borobudur sebagai tema garapan, dimana setiap peserta dituntut untuk mereprentasikannya dalam bentuk karya musik yang juga diperkuat dengan lirik durasi 3-5 menit.

Lomba dilaksanakan secara virtual dengan rentang waktu pendaftaran 1 Juli s.d 31 Agustus 2021 yang pada awalnya diikuti 241 komunitas musik yang terdapat di Indonesia, kemudian disaring menjadi 25 komunitas musik sebagai penyaji karya terbaik yang diumumkan pada 8 September 2021.

Untuk tahap 25 Penjurian grand final berlangsung pada 1 Oktober 2021, komunitas musik yang terpilih sebagai penyaji terbaik mendapatkan mentoring langsung oleh para dewan juri.

Setiap juri akan memberikan kritikan dan saran mengenai keotentikan dan orisinalitas karya baik dari segi garapan, lirik, alat musik, kualitas audio dan visual.

BACA JUGA:  Selamat Datang di Istana Telanaipura, Al Haris dan Abdullah Sani

“Selanjutnya dari 25 komunitas musik penyaji karya terbaik akan disaring menjadi 12 komunitas musik penyaji karya terbaik. Pada tahap ini SENBI Ensemble menjadi salah satu komunitas musik penyaji karya terbaik dan juga sebagai lirik terbaik. Dengan ini SENBI Ensemble memperoleh 2 prestasi secara sekaligus,” Tutur Wawan dengan senyumnya yang khas.

Senbi Ensemble menghadirkan karya berjudul ‘Nandung Jayo’ yang terinspirasi dari kemegahan dan keagungan candi Borobudur sebagai simbol kejayaan suatu bangsa tempo dulu. Barisan relief yang terukir seolah memberikan cerita dan mampu mendorong melahirkannya dalam susunan ritme dan melodi.

“Melahirkan pemikiran tersebut kami menggarap suatu karya musik dan lagu dalam bentuk satuan komposisi musik yang berjudul “Nandung Jayo”. Nandung Berarti nyanyian, sedangkan Jayo berasal dari kata Jaya; dapat diartikan Nandung Jayo merupakan karya karya komposisi musik yang berangkat dari kejayaan Candi Borobudur,” Tukas Wawan.

SENBI Ensemble, dalam karya ‘Nandung jayo’ digawangi pemusik-pemusik muda berbakat yaitu Uswan Hasan (Akordion), Dianto Sonawa Pobay (Biola), Zamzami Akbar (Beduk), Sepianto Afni (Vocal), M. Zidan (Gendang), Rizki Ramadhan (Gendang), Handika Maulida (Bass), Ramadhona Permana (Kelintang) dan Apriansyah Putra (Gitar).

Senbi Ensemble dalam mempersiapkan karya masa PPKM Level 4 di kota Jambi, tentunya membutuhkan perjuangan ekstra sehingga dapat berpartisipasi pada ajang Lomba Inovasi Musik Nusantara.

“Jadwal latihan yang terbatas, karena pada saat minggu-minggu proses yang masih dalam PPKM level 4 ruang latihan menjadi sangat terbatas, bahkan tidak ada karena ditutup. Kendala ini sangat berpengaruh besar,” Cerita Wawan.

Kondisi itu membuat Senbi Ensemble harus mencari solusi dan strategi terbaik hingga dapat berlatih secara bersama. “Solusi yang dilakukan, kami menggarap musiknya dengan menggunakan musik komputer saja dulu, setelah jadi setiap pemusik monitor di rumah secara mandiri. Nah setelah selesai PPKM turun level baru ketemu latihan,” Tutup Wawan. (*/HN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *