banner 120x600
banner 120x600
JURNAL PUBLIK

Pariwisata Jambi dan Arah Baru Menuju Kekuatan Ekonomi Daerah

×

Pariwisata Jambi dan Arah Baru Menuju Kekuatan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Penulis: Dr. Yuliana, SE.MSi
(Akademisi, Jurnalis, Pengamat Pembangunan Ekonomi, Konflik Sosial Ekonomi dan Politik)

Provinsi Jambi menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luas serta beragam. Hutan tropis yang masih terjaga, danau di dataran tinggi, sungai yang mengalir panjang, serta warisan sejarah yang bernilai tinggi membentuk dasar kuat bagi pengembangan pariwisata.

Dalam konteks ekonomi daerah, sektor ini memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan baru yang lebih stabil dibanding sektor berbasis komoditas.

Namun hingga saat ini, pariwisata di Jambi masih bergerak lambat dan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto.

Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah masih didominasi oleh sektor pertambangan dan perkebunan. Sementara itu, sektor pariwisata belum menjadi penggerak utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi besar yang dimiliki belum diolah secara maksimal.

Di tengah tekanan global terhadap komoditas dan isu lingkungan, penguatan sektor pariwisata menjadi kebutuhan strategis.

Salah satu kekuatan utama pariwisata Jambi terletak pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Kawasan ini memiliki luas lebih dari 1,3 juta hektare dan telah diakui sebagai bagian dari Warisan Dunia UNESCO sejak 2004.
Berdasarkan data dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat, kawasan ini menjadi habitat bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk harimau Sumatra yang terancam punah.

Di dalam kawasan ini terdapat Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Gunung ini menjadi tujuan pendakian yang menarik bagi wisatawan pecinta alam.

Selain itu terdapat Danau Gunung Tujuh yang dikenal sebagai danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Keindahan danau ini dikelilingi oleh hutan alami yang masih terjaga.

Tidak jauh dari kawasan tersebut terdapat Danau Kaco yang terkenal karena kejernihan airnya. Air danau tampak berwarna biru terang dan tetap jernih sepanjang waktu.

Destinasi lain seperti Air Terjun Telun Berasap menghadirkan pemandangan kabut air yang muncul dari derasnya aliran air terjun.

Penelitian dari Universitas Jambi menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke kawasan ini mengalami peningkatan rata rata sekitar 24,82 persen dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya minat yang terus tumbuh terhadap wisata alam di Jambi. Namun peningkatan tersebut masih terbatas oleh akses yang sulit serta fasilitas yang belum memadai.

Selain wilayah Kerinci, potensi wisata juga tersebar di berbagai kabupaten. Di Kabupaten Kerinci terdapat Danau Kerinci yang memiliki luas sekitar 4.200 hektare. Danau ini menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus tujuan wisata. Festival budaya yang rutin diselenggarakan di kawasan ini menambah daya tarik bagi wisatawan domestik.

Di Kabupaten Merangin terdapat Geopark Merangin yang menyimpan fosil tumbuhan purba berusia ratusan juta tahun. Kawasan ini memiliki nilai ilmiah tinggi dan berpotensi menjadi tujuan wisata edukasi. Sungai Batang Merangin yang melintasi kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi arung jeram yang menantang.

Potensi lain yang menarik terdapat di Kabupaten Tebo, yaitu Danau Sigombak. Danau ini menawarkan suasana tenang dengan pemandangan alami yang masih asri. Keberadaan danau ini dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis rekreasi keluarga dan wisata alam ringan. Namun hingga kini pengelolaannya masih terbatas dan belum didukung fasilitas yang memadai.

Di Kabupaten Muaro Jambi terdapat salah satu situs sejarah terpenting di Asia Tenggara, yaitu Candi Muaro Jambi. Kompleks percandian ini merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan diperkirakan berasal dari abad ke 7 hingga abad ke 13. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kawasan ini merupakan kompleks candi terluas di Indonesia dengan luas mencapai sekitar 3.981 hektare. Nilai sejarah dan arkeologi yang tinggi menjadikan kawasan ini sangat potensial untuk wisata budaya dan pendidikan.

Di Kabupaten Batang Hari terdapat Taman Hutan Raya yang memiliki fungsi konservasi sekaligus wisata alam. Kawasan ini menawarkan pengalaman menjelajahi hutan dengan berbagai jenis flora dan fauna. Taman hutan raya ini dapat menjadi ruang edukasi lingkungan sekaligus tempat rekreasi bagi masyarakat. Taman hutan raya (Tahura) bernama Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin (Tahura STS).
Kawasan konservasi ini mencakup area seluas sekitar 15.830 hektar yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Bajubang, Muara Bulian, dan Muara Tembesi. Lokasi TAHURA tersebar di 13 desa dalam tiga kecamatan di Kabupaten Batanghari.

TAHURA ini berfungsi sebagai kawasan konservasi, koleksi tanaman, dan perlindungan plasma nutfah.

Potensi TAHURA dikenal memiliki koleksi pohon Bulian dan berbagai buah-buahan.
Namun kondisi saat Ini berdasarkan informasi dan berita, kawasan ini mengalami kendala akibat penambangan minyak ilegal dan perkebunan sawit ilegal.

Sementara itu, Kota Jambi memiliki potensi wisata yang berbeda, terutama dalam sektor kuliner. Berbagai makanan khas seperti tempoyak, gulai ikan patin, dan olahan hasil sungai menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan kuliner di kota ini berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi perkotaan. Wisata kuliner memiliki peran penting karena mampu menarik wisatawan dalam waktu singkat tanpa memerlukan perjalanan jauh.

Selain wisata kuliner, kota Jambi juga memiliki ikon yang semakin dikenal luas, yaitu Jembatan Gentala Arasy. Jembatan ini membentang di atas Sungai Batanghari dan menghubungkan kawasan pusat kota dengan area wisata religi. Desain arsitektur yang khas serta keberadaan menara jam di sekitarnya menjadikan lokasi ini sebagai ruang publik sekaligus tujuan wisata. Pada sore hingga malam hari, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan yang menikmati suasana sungai serta aktivitas ekonomi kecil di sekitarnya.

Selain itu, di Provinsi Jambi terdapat pula Taman Nasional Bukit Duabelas yang menjadi tempat hidup komunitas Suku Anak Dalam. Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata budaya yang memperlihatkan hubungan erat antara manusia dan alam. Nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya memberikan dimensi lain dalam pengembangan pariwisata.

Jika dilihat secara keseluruhan, potensi pariwisata Provinsi Jambi tersebar secara merata di berbagai Kabupaten/kota. Mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner. Dalam teori ekonomi pembangunan, kondisi ini seharusnya mampu menciptakan efek pengganda yang luas. Aktivitas pariwisata dapat mendorong pertumbuhan sektor transportasi, penginapan, perdagangan, serta usaha kecil masyarakat.

Namun realitas menunjukkan bahwa potensi tersebut belum terkelola dengan baik. Salah satu kendala utama adalah aksesibilitas. Perjalanan menuju kawasan wisata unggulan seperti Kerinci membutuhkan waktu yang panjang.

Infrastruktur jalan dan transportasi masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Selain itu, pengelolaan destinasi masih berjalan secara terpisah tanpa koordinasi yang kuat. Banyak lokasi wisata berkembang tanpa perencanaan jangka panjang. Hal ini menyebabkan kualitas pelayanan tidak merata dan sulit bersaing dengan destinasi lain di tingkat nasional.

Paragraf 18: Promosi juga menjadi faktor penting. Berdasarkan pengamatan berbagai laporan pariwisata daerah, tingkat eksposur destinasi Jambi masih relatif rendah dibanding daerah lain di Sumatra. Padahal, dalam era digital, informasi menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan.

Pengembangan pariwisata juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan. Kawasan seperti Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki fungsi ekologis yang penting. Oleh karena itu, aktivitas wisata perlu diatur agar tidak merusak lingkungan. Pendekatan ekowisata dapat menjadi solusi dengan menggabungkan kepentingan ekonomi dan pelestarian alam.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan sektor ini. Investasi pada infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta strategi promosi yang terarah menjadi langkah yang perlu dilakukan. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kontribusi pariwisata masih kecil, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih serius untuk meningkatkan perannya dalam ekonomi daerah.

Provinsi Jambi memiliki semua syarat untuk menjadi destinasi wisata yang kuat. Alam yang indah, sejarah yang panjang, serta budaya yang kaya merupakan modal utama. Tantangan yang dihadapi saat ini terletak pada bagaimana mengelola potensi tersebut agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata.

Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, sektor pariwisata dapat berkembang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Di tengah perubahan ekonomi global, langkah ini menjadi penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan