banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

Breaking News – PETI Kembali Telan Korban di Muara Siau, Lima Pekerja Dikabarkan Tertimbun

×

Breaking News – PETI Kembali Telan Korban di Muara Siau, Lima Pekerja Dikabarkan Tertimbun

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM-Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kembali memakan korban jiwa. Insiden terjadi pada Jumat siang (6/2/2026) usai Salat Jumat di area tambang ilegal di aliran Sungai Gulungan Tunggal, Desa Lubuk Beringin, Kecamatan Muara Siau.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan lima pekerja tambang tertimbun material, diduga akibat longsornya lubang atau tebing galian di sekitar aliran sungai. Satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara empat lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Proses pencarian awal dilakukan warga dan sesama penambang dengan peralatan seadanya. Minimnya standar keselamatan kerja di lokasi tambang ilegal disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan fatal—pola yang kerap berulang dalam praktik PETI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait kronologi lengkap, identitas korban, maupun status hukum lokasi tambang. Ketiadaan penjelasan resmi di jam-jam awal pascakejadian memunculkan pertanyaan publik soal kecepatan respons dan efektivitas pengawasan di wilayah rawan PETI.

Redaksi telah mengirimkan pesan konfirmasi kepada Kapolsek Muara Siau melalui WhatsApp terkait peristiwa ini. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada jawaban atau keterangan resmi yang diberikan.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko tambang ilegal yang terus beroperasi di sejumlah titik di Merangin. Selain merusak lingkungan dan daerah aliran sungai, aktivitas PETI berulang kali menelan korban jiwa—namun kerap kembali berlangsung setelah penertiban mereda.

Insiden di Lubuk Beringin menambah daftar panjang kecelakaan fatal di lokasi PETI. Publik kini menanti langkah konkret aparat dan pemangku kebijakan, bukan sekadar penertiban sesaat, untuk memutus mata rantai tambang ilegal yang terus memakan korban.

Berita ini akan diperbarui seiring perkembangan data dan konfirmasi resmi pihak terkait. (Nzr)

Tinggalkan Balasan