banner 120x600
banner 120x600
SUARO WARGO

Dua Hari Dibiarkan Terisolir, Jalan Koto Rawang Lumpuh Total, Warga Minta Perhatian Pemerintah

×

Dua Hari Dibiarkan Terisolir, Jalan Koto Rawang Lumpuh Total, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

JAMBIDAILY.COM – Dua hari pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Jangkat, Desa Koto Rawang masih terisolir total. Akses jalan utama menuju desa tersebut lumpuh parah akibat tertimbun material longsor dan rusaknya badan jalan, hingga tidak bisa dilalui bahkan oleh sepeda motor.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat nyaris berhenti total. Distribusi kebutuhan pokok terhambat, akses layanan kesehatan terputus, dan warga terpaksa bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.

Yang menjadi sorotan, hingga hari kedua pascabencana, belum terlihat kehadiran maupun langkah konkret dari pihak pemerintah di lokasi terdampak. Tidak ada alat berat yang diturunkan, tidak ada tim tanggap darurat yang bekerja membuka akses jalan.

Situasi ini memicu kekecewaan warga yang merasa seperti dibiarkan menghadapi bencana sendirian tanpa perhatian.

Zarmi, salah seorang warga Koto Rawang, mengungkapkan bahwa sejak bencana terjadi, masyarakat hanya bisa saling membantu dengan peralatan seadanya.

“Sudah dua hari kami terisolir. Jalan putus total, motor saja tidak bisa lewat. Sampai sekarang belum ada satu pun dari pemerintah yang datang. Kami sangat berharap ada perhatian, minimal alat berat untuk membuka jalan. Kalau terus begini, kondisi kami makin sulit dan aktivitas warga benar-benar lumpuh, ,” ujarnya.

Warga kini mendesak pemerintah daerah untuk segera turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah cepat, terutama membuka akses jalan agar bantuan bisa masuk dan aktivitas masyarakat kembali berjalan.

Bagi warga Koto Rawang, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar janji, melainkan kehadiran nyata. Sebab dalam situasi darurat seperti ini, keterlambatan bukan hanya soal birokrasi tetapi menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.(nzr)

Tinggalkan Balasan