banner 120x600
banner 120x600
EKBIS

SINERGI IAEI JAMBI DAN BSI DORONG INKLUSI KEUANGAN SYARIAH

×

SINERGI IAEI JAMBI DAN BSI DORONG INKLUSI KEUANGAN SYARIAH

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

JAMBIDAILY.COM- Suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan di kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Jambi Cabang Gatot Subroto, ketika Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Provinsi Jambi pada Kamis 7 Mei 2026 hadir untuk melakukan audiensi dan silaturahmi.

Pertemuan ini bukan semata agenda formal, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi perbankan syariah dalam mendorong inklusi keuangan syariah di Provinsi Jambi.

Kedatangan DPW IAEI Jambi dipimpin oleh Dr. Rafidah, S.E., M.E.I., CCIB, Ketua DPW yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi serta Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional AFEBIS. Ketua DPW hadir bersama jajaran pengurus, yakni Sri Rahma, S.E., M.E. selaku Sekretaris. Kemudian Ketua dan Anggota Bidang Pendidikan dan Kurikulum, Dr. Irmanelly, S.E., M.E. serta Debi Saputra, S.E., M.M. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Andrialdi, Branch Manager BSI Jambi Cabang Gatot Subroto.

Dalam dialog penuh keakraban, Andrialdi menekankan urgensi inklusi keuangan syariah. Ia menyoroti fenomena unik di sektor keuangan syariah: literasi masyarakat relatif tinggi, namun tingkat inklusi masih rendah. Kondisi ini berbeda dengan perbankan konvensional yang justru memiliki inklusi tinggi meski literasi rendah.

“Di sinilah peran IAEI dan BSI untuk bersama-sama menjembatani kesenjangan tersebut, agar masyarakat tidak hanya memahami konsep syariah tetapi juga mengakses layanan keuangannya,” ujarnya.

Dr. Rafidah dalam paparannya menegaskan komitmen IAEI Jambi untuk mengembangkan ekonomi Islam di daerah. Program kerja yang dipaparkan mencakup peningkatan literasi ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM berbasis syariah, serta penguatan posisi Provinsi Jambi sebagai pusat pengembangan ekonomi Islam regional. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah, sehingga ekosistem ekonomi syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan. Selain itu, Dr. Rafidah juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus DPW IAEI Jambi yang akan digelar pada 2–3 Juni 2026, sebagai momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan kerja sama di tingkat lokal maupun nasional.

Pertemuan ini mencerminkan semangat kolaborasi akademisi dan praktisi dalam kerangka triple helix, sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah daerah. Dengan literasi yang tinggi namun inklusi rendah, tantangan utama adalah mengubah pengetahuan menjadi praktik nyata.

IAEI hadir dengan basis akademis dan riset, sementara BSI membawa solusi praktis di lapangan. Keduanya berkomitmen untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Audiensi dan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengembangan ekonomi Islam di Provinsi Jambi, sekaligus mempererat kolaborasi antara IAEI, BSI, dan pemerintah daerah. Dengan dukungan data nasional yang menunjukkan gap signifikan antara literasi dan inklusi keuangan syariah, Provinsi Jambi berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi Islam yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

(JD/Yuliana)

Tinggalkan Balasan