24/07/2021

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Jangan Biarkan Panggung Kosong, TBJ dan Seniman Jambi Berkarya dengan Pesan Ibu 5M

7 min read

JAMBIDAILY SENI, Budaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Jambi UPTD Taman Budaya Jambi (TBJ) terus beraktivitas dan memfasilitasi seniman untuk berkarya, namun tetap berpegang serta mengedepankan pesan Ibu yaitu patuh protokol kesehatan (Prokes) 5M ditengah pandemi covid-19.

Dalam catatan jambidaily.com Sejak November 2020 hingga Juni 2021, beragam kegiatan terlaksana sukses dengan tidak mengesampingkan aturan prokes yang diselenggarakan oleh TBJ maupun fasilitas bagi komunitas seni di provinsi Jambi.

 

Berikut Linimasa Aktivitas TBJ:

Bulan November 2020 Pameran senirupa Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu (PALAMJAMBE) yang menghadirkan 51 karya.

Workshop Seni Rupa Hadirkan Kurator Galeri Nasional, sebagai narasumber yaitu Drs Rizki Akhmad Zaelani, Anton Susanto asal kota Bandung, Jafar Rassuh salah satu Maestro perupa Jambi.

Temu Teater Se-sumatera yang dihadiri Komunitas asal Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Turut juga unjuk karya dari Kabupaten Merangin, Tanjungjabung Timur, Batanghari dan 3 Komunitas Teater lainnya berdomisili di Kota Jambi.

“Ini adalah bentuk pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh Taman Budaya berupa kegiatan laboratories seperti pengkajian, revitalisasi, pengolahan dan eksperimentasi seni yang ditujukan untuk generasi muda sebagai bentuk upaya menanamkan kepedulian untuk menciptakan ruang pemikiran dan kecintaan terhadap kesenian lokal sehingga tercipta produktivitas seni dan budaya kreatif,” Tandas Didin.

Pameran seni rupa, festival tari, musik, lagu daerah, teater dan berbagai workshop untuk se-provinsi bahkan se-sumatera terlaksana selama pandemi covid-19. Walaupun ada beberapa agenda yang harus bergeser jadwal karena mengikuti kondisi terkini, sesuai aturan satuan tugas covid-19 di provinsi Jambi.

Bulan Desember 2020, Workshop Sastra berlangsung dua hari yaitu 3 dan 4 Desember 2020, di hari pertama menghadirkan narasumber Ricky A Manik (Cerpenis, Penulis dan Peneliti di kantor bahasa provinsi Jambi); H Mursyid Sonsang (Mantan Ketua PWI Dua Periode, Ketua Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Jambi, Pendiri SMSI, Pendiri dan Dewan Pembina JMSI).

Hari kedua, Hadir selaku narasumber yaitu Dr. Ipit Saefidier Dimyati (Dosen Pengajar Institut Seni dan Budaya Indonesia/ISBI Bandung), yang diikuti oleh 50 peserta dari kalangan seniman dan wartawan di Jambi.

“Berbagai kegiatan atau agenda seni kami laksanakan dengan berbagai ketentuan serta aturan dari satuan tugas covid-19. Sebelum adanya tatanan kehidupan baru atau new normal covid-19 semua kegiatan kami tunda, setelah ada new normal kami laksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Terpenting patuh Prokes dalam menjalankannya,” Ujar Didin Sirojudin S.Sn, Kepala Taman Budaya Jambi.

Memberikan penghargaan kepada dua maestro seni tradisi Jambi “Anugerah ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan dedikasi yang diberikan dua tokoh seni tradisi terhadap kemajuan dan pengembangan seni dan budaya di Jambi.

BACA JUGA:  Satu Penumpang Kapal Tenggelam Ditemukan Dalam Kondisi Henti Nafas

Anugerah sejatinya kita serahkan pada Januari, namun karena satu dan dua hal kita laksanakan saat malam ini. Tahun 2021 kita laksakan seperti sebelumnya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun provinsi Jambi,” Ungkap Plt Kadis Budpar Provinsi Jambi, Dr.Sri Purnama Syam,SST,M (Sabtu, 12/12/2020) di Gedung Teater Arena TBJ.

“Di masa pandemi covid-19, walaupun kita harus memenuhi aturan protokol kesehatan yang ketat disbudpar provinsi melalui UPTD tetap produktif melaksanakan beragam kegiatan sepanjang tahun 2020,” Tambahnya.

Menutup akhir tahun 2020, teater Tonggak Jambi hadirkan pergelaran seni yang mangajak penontonnya serta masyarakat luas merenung dan terus patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Pergelaran berupa monolog teater, berjudul ‘Dosa yang Tersisa’ karya seniman kawakan di Jambi yaitu Didin Siroz “Monolog dosa yang tersisa dihadirkan sebagai bentuk kegelisahan dan terus mengajak masyarakat luas mematuhi protokol kesehatan, mematuhi 3M ialah mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker,” Ungkap Hendry Nursal selaku produser.

Bulan Februari 2021, Sanggar seni Kerlip-Jambi menggelar pementasan di Taman Budaya Jambi (TBJ) bertajuk ‘Rumah di Tubir Jurang’ pada 6 Februari 2021, yang akan menyumbangkan seluruh hasil penjualan tiket untuk korban bencana banjir di Kalimantan Selatan.

Maret 2021 “Sintung Pelalaw” karya Siti Saira, Produksi ke-45 Yayasan Teater AiR Jambi digarap/disutradarai oleh Oky Akbar, menjadi program pentas pertama dari program kerja dua kali pementasan dalam setahun Teater AiR. Menggelar pentas di saat pandemi, tentu wajib mengikuti prosedur dan protokol kesehatan ketat.

Mulai administrasi, izin Satgas, sterilisasi tempat, juga membatasi jumlah penonton. Jika sebelum pandemi menampung hingga 600 orang, sekarang hanya menyediakan tempat untuk 100 orang penonton. Bahkan terpaksa tidak mengirimkan undangan seperti pada garapan sebelumnya.

Lalu Pameran lukisan, menampilkan 60 karya dibawah asuhan Rumah Kreatif Merangin dan Pergelaran Teater, 2 April 2021 persembahan Sanggar Seni Budaya Batin Penghulu, berjudul ‘Kusuk Si Rambut Panjang’ sutradara Febra Muyu.

Dalam rangkaian hari jadi Rumah Kreativ Merangin yang ke-12 tersebut dalam tajuk ‘Merangin Betandang’ 1 s.d 10 April 2021 di gedung Teater Arena-Taman Budaya Jambi.

Alhendra Daulay, Ketua Rumah Kreativ Merangin, pria yang akrab disapa Ucok Merangin, dalam kata sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan menampilkankan karya di Taman Budaya Jambi (TBJ).

“Kami berterima kasih kepada Kepala TBJ karena diberikan kesempatan, dan ini menjadi semangat serta motivasi terhadap kami juga pelaku seni dan kantung-kantung seni yang ada di daerah-daerah lainnya. Kepada Kepala Disbudpar, saya mewakili dewan kesenian Merangin terima kasih atas restunya kepada kami, kepada kadisbudparpora Merangin, terima kasih dukungannya,” Ujarnya.

BACA JUGA:  Masuk Zona Merah Covid-19, Kapolres Tanjab Barat terus Himbau Masyarakat Taati Prokes

Suasana berbeda terlihat dalam agenda tahunan Teater Tonggak yang digelar setiap di bulan Ramadhan, kali ini (Sabtu, 01/05/2021 malam) Dzikir Penyair harus membatasi peserta dan dengan pengawasan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat karena masih kondisi pandemi covid-19.

“Kami tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti aturan dari Satgas Covid-19 kota Jambi, kami memiliki surat izin. Peserta sangat terbatas, dan penyelenggaraan berakhir setelah buka puasa bersama,” Ujar Ketua Pelaksana, Fredy Fristama.

Seniman-seniman senior berbagai kalangan atau genre seni hadir; dari penyair seperti EM Yogiswara, Yupnical Saketi, Ide Bagus Putra; Pemusik Rd.Irwansyah, Andi Gomes, dan lainnya. Lalu Penggiat Teater Titas Suwanda, Komunitas Teater AiR, serta tamu undangan lainnya.

Workshop Seni Tari di Taman Budaya Jambi, 24-25 Mei 2021
Workshop Teater di Taman Budaya Jambi, 27-28 Mei 2021
Workshop Musik di Taman Budaya Jambi, 8-9 Juni 2021

Festival lagu daerah di Taman Budaya Jambi (TBJ), 2-4 Juni 2021. 60 peserta terdaftar dalam festival yang turut didukung oleh Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia, walaupun tidak keseluruhan dapat hadir karena adanya benturan jadwal, terutama pelajar.

Bangkitkan semangat generasi muda teater di Jambi, para dosen program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia (PS-PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari (UNBARI) menghadirkan mahasiswa/i ke panggung Teater Arena Taman Budaya Jambi (TBJ).

Sanggar Sastra bentukan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PS-PBSI) tersebut mementaskan karya Usmar Ismail berjudul “Ayahku Pulang” 10 s.d 11 Juni 2021.

Pergelaran berlangsung dua hari dengan empat kali tampilan dibawah racikan sang sutradara Regi Ananda Winardo, para pemeran mampu memberikan kesan kepada penonton terhadap kemampuan aktingnya di panggung.

Festival tari kreasi melayu Jambi, 14-16 Juni 2021, 15 komunitas ambil bagian pada event tahunan yang kali ini turut hadir peserta dari Diklat Selaras Pinang Masak Anjungan Jambi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Lalu, 5 Komunitas asal kota Jambi, 1 asal kabupaten Muarojambi, 2 asal kabupaten Tanjungjabung Timur, 1, asal kabupaten Tanjungjabung Barat, 2 asal kabupaten Kerinci dan 1 Kota Sungaipenuh. Namun menariknya tidak semua peserta berada di Gedung Arena, Taman Budaya Jambi.

Ada 1 peserta yang berasal dari kabupaten Tanjungjabung Timur dan 1 dari kabupaten Kerinci hadir secara virtual unjuk kemampuan dihadapan dewan juri.

Festival Teater Remaja (FTR), digelar TBJ Pada 28-30 Juni 2021 menghadirkan 11 peserta dari berbagai komunitas dan kantong-kantong sanggar seni di provinsi Jambi.

“FTR ini dalam rangka pembinaan terhadap seniman-seniman muda untuk menggali potensi bahwa mereka tetap harus berkarya dan taman budaya Jambi mewadahi dalam kegiatan festival teater,” Terang Didin Sirojudin,S.Sn (Rabu, 30/06/2021).

BACA JUGA:  'Sanggar Manusia Berbisik' Penguasa Podium Festival Tari Kreasi Melayu Jambi Tahun 2020 di TBJ

FTR terlaksana dengan sangat kondusif dengan pengawasan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, gedung arena dibatasi jumlah dan hanya untuk peserta, wajib cuci tangan, menggunakan masker dan jarak yang diawasi oleh penyelenggara.

Hal ini sangat dibutuhkan kesadaran kita bersama, merujuk dari data yang disampaikan pemerintah pusat maupun satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota masih menunjukan adanya penambahan kasus baru.

Masyarakat diharapkan terus patuh protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan 3M; Menjaga jarak dan tidak berkerumun, Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir, serta Memakai Masker.

Terkini telah diterapkan protokol kesehatan terbaru, yaitu gerakan 5M COVID untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Apa itu 5M? Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.

(Didin Siroz/Foto: Dok Teater Tonggak)

Pada moment usainya FTR jelang pengumuman hasil lomba, ditutup dengan pergelaran Teater Tonggak bertajuk ‘Nyanyian Angsa’ karya Anton P Chekov, sutradara Didin Siroz, diperankan oleh Didin Siroz dan Putra Agung.

Dan itu persembahan terakhir Didin Siroz selaku Abdi Negara, karena resmi purnatugas pada 1 Juli 2021 sebagai ASN dan Kepala Taman Budaya Jambi. Sebagaimana tayangan ‘Didin Siroz Blak-Blakan, Primordial Menerpa Dirinya Selaku Orang Asing’ di Channel Youtube Hendry Noesae, Didin Siroz seusai pergelaran Nyanyian Angsa karya Anton P Chekov, berkata akan terus berkarya meskipun telah pernatugas sebagai abdi negara.

“Meskipun sebagai ASN atau abdi negara saya purnatugas, namun tidak menjadikan saya berhenti untuk berkarya. Saya akan terus berkarya, terus berkarya untuk memajukan seni dan budaya di Jambi khususnya di dunia teater. Jangan biarkan panggung kosong,” Harapnya.

Didin Sirojudin,S.Sn ialah tokoh teater di Jambi, selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) dia memiliki tugas dan mendapat penempatan di provinsi Jambi dari kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia sejak tahun 1993.

“Saya pertama kali menginjakkan kaki di Jambi pada November 1993, saya betul orang teater bukan hanya karena kuliah di bidang teater, sejak sekolah dasar saya sudah berteater di Bandung hingga di masa sekolah menengah atas bergabung dalam grup Teater AH. Setelah terus bergelut di Teater,” Terangnya.

“Setelah selesai pendidikan, pada 1993 itulah saya ke Jambi karena memang ditugaskan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, direktorat kesenian waktu itu. Saya berada di Taman Budaya, tupoksi yang ditugaskan ialah bagaimana cara meningkatkan fungsi taman budaya dalam kegiatan teater,” Tambah ayah dua anak tersebut.

 

 

(Hendry Noesae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *