23 Juni 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Tiga Pemateri Workshop Seni Pertunjukan TBJ Tahun 2023

7 min read

Wendy HS (Kiri), Hartati (Tengah), Suhendi (Kanan)

JAMBIDAILY SENI, Budaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi melalui UPT Taman Budaya Jambi (TBJ) gelar workshop seni pertunjukan dengan menghadirkan tiga genre seni yaitu Teater, Musik dan Tari pada 25-27 Mei 2023.

Workshop menghadirkan narasumber baik dari dalam provinsi Jambi maupun dari luar tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Disbudpar Provinsi Jambi, Arif Budiman (Kamis, 25/05/2023) di gedung Teater Arena TBJ.

“Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf bapak Gubernur, beliau ingin hadir namun di waktu yang sama ada rapat di Taman Mini Jakarta dan beliau meminta saya menyampaikan permohonan maaf karena belum berkesempatan hadir dan bertemu langsung dengan para budayawan, seniman, narasumber dan peserta,” Ujar Arif Budiman.

Adapun narasumber yang dihadirkan memiliki tiga genre berbeda yaitu: DR. Suhendi Afrianto, S.Kar, MM (Bandung); Hartati, M.Sn (Jakarta); Wendy HS (Padang Panjang), lalu Drs Jafar, Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar, M.Hum; Didin Sirojuddin, S.Sn; Kurniadi Ilham, S.Sn, M.Sn; dan Indra Gunawan, S.Sn, M.Sn.

Narasumber memberikan materi untuk 150 orang peserta dari tiga genre dan juga selain dari kota Jambi terdapat peserta Workshop dari Kabupaten Batanghari, Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Merangin, dan kota Sungaipenuh.

Berikut Profil tiga narasumber dengan bidang genre seni yang berbeda dan berasal dari luar provinsi Jambi, yaitu: Wendi HS, S.Sn, M.A; Hartati, M.Sn; dan DR. Suhendi Afrianto, S.Kar, MM

TEATER

Dari Laman Wikipedia.org, Wendy HS adalah seniman pertunjukan asal Sumatera Barat, yang dilahirkan di Simabur (Batusangkar) pada 5 September 1977. Tamat sekolah dari Institut Nasional Syafei (INS) Kayutanam tahun 1996, lalu melanjutkan kuliah sarjana strata satu di Jurusan Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta hingga tamat tahun 2004.

Tahun 2011 kembali melanjutkan kuliah pascasarjana di Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus tahun 2014. Bersama ‘Indonesia Performance Syndicate’ yang didirikannya di Padangpanjang sejak 27 Maret 2016, Wendy HS mencipta karya-karya Pertunjukan yang menggunakan metode tubuh ‘Total Body Performance’, yang menggabungkan kekuatan tubuh sebagai ‘acting’ (lelakuan), ‘dancing’ (gegerakan) dan ‘musicing’ (bebunyian dan kata-kata).

Wendy HS banyak menggali kekuatan pertunjukan tradisional Minangkabau, terutama Randai, yang dikombinasikannya dengan teknik Butoh dan metode Tadashi Suzuki yang pernah dipelajarinya di [Jepang]. Karya Wendy HS antara lain tampil dalam [https://sumbarsatu.com/berita/21039-pertunjukan-kolaborasi-jepangindonesia-di-padang-panjang Padang Panjang Butoh Camp] di Studio Teater ISI Padang Panjang dan [https://seleb.tempo.co/read/1285045/lima-seniman-butoh-dari-jepang-tampil-gratis-di-solo Solo Butoh] yang diselenggarakan oleh Studio Plesungan di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Solo.

Wendy HS (Kiri), Hartati (Tengah), Suhendi (Kanan)

TARI

Hartati, M.Sn 20 tahun bersama Gumarang Sakti Dance co, pimpinan alm. Gusmiati Suid, berkesempatan menari keberbagai negara dalam festival-festival bergengsi dan pengalaman mempelajari dan memahami budaya Minangkabau.
Menyelesaikan studi Tari di IKJ dari D3, D4, S1 hingga S2.

Anggota Dewan Kesenian Jakarta (Komite Tari) Priode 2013-2015.
Ketua Komite Tari DKJ priode 2015 – 2019

Bekerjasama dengan perguruan tinggi seni atau komunitas-komunitas tari untuk memberikan materi seminar dan workshop koreografi.
Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata dalam beberapa programnya.
Tahun 2020 membentuk Yayasan Seni Tari Indonesia.
Tahun 2020 mendapat penghargaan dari Kemendikbud “Anugerah Kebudayaan” dalam kategori “Pencipta, Pelopor dan Pembaharu”

Berkarya sejak tahun 1988 – sekarang, antara lain karya-karyanya:
SUAP di GKJ
SAYAP YANG PATAH di GKJ
MEMBACA MEJA di GKJ
RITUS DIRI di GKJ
HARI INI di GOETHE
IN (SIDE) SARONG, IN (SIGHT) SARONG di SALIHARA
CINTA “KITA” di TEATER LUWES
DUA KUTUB di SALIHARA
IN/OUT di SALIHARA
“Serpihan.Jejak.Tubuh” di GBB
WAJAH di GKJ
“Wajah” #2 GBB
Lipatan Kesedihan dari Kamar Dalam (2019) TEATER JAKARTA TIM
Lepasan Luka (Dance Film) (2020)
“RAUT” (Dance Film) (2020)
“SEMESTA DI HALAMAN BELAKANG” (Dance Film) (2021)
JARUM DALAM JERAMI (2022) GBB TIM
NAMA UNTUK JIWA (2023) TEATER JAKARTA TIM

Program workshop dan kolaborasi dalam dan luar negeri yg diikuti seperti:
1996: Asia Pacific Performance Exchange Program (APPEX Program) di UCLA.
2000: Mendapat Grand dari Asia Culture Council (ACC)  ke New York, untuk program Visiting Artist selama 5 bulan
2001: Bates Dance Festival, dengan karya THE WAY OF THE WOMEN.
2007: Asia Pacific Europe Foundations (ASEF) “Pointe to Point” Beijing China  Program
2008, 2009 dan 2010: Memberi workshop Koreografi di Malay Heritage Singapore
2012: Speaker at “Muara Festival” Singapore dan memberi workshop Koreografi Contemporary Dance.
2012: Konseptor dan Koreografer SAWAHLUNTO KREATIF di Teater Jakarta TIM
2007-sekarang: memberikan Workshop /lokakarya tentang tari dan Koreografi di daerah-daerah Indonesia
2016, 2017, dan 2018 : sebagai mentor untuk Sasikirana Koreolab dan Dance Camp di NUArt Bandung.
2019 dan 2020: Mentor Ruang Kreatif Djarum Foundation
2011: Koreografer pertunjukan teater “Surti” sutradara Sitok Srengenge
2012: Konseptor dan Koreografer SAWAHLUNTO KREATIF di Teater Jakarta TIM
2019 : Koreografer Panembahan Reso di Ciputra Artpreneur

Kerja Komunitas melalui program-program:
2015: Mendirikan Indonesia Dance Community dan menggelar IKJ Dance Carnival dan Program Urban Stage (Intensive Class of Choreography)
2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019 : IKJ Dance Carnival berubah nama menjadi Jakarta Dance Carnival (JDC). JDC adalah pertemuan komunitas tari berbagai genre di Jakarta dan diikuti oleh beberapa komunitas luar Jakarta dan luar negeri. Selain sebagai founder juga sebagai direktur program. Pemetaan dan mendorong komunitas berbagai genre berjejaring dan saling terhubung.

2015 – 2018 : Kerja Budaya di Kab. Tulang Bawang Barat (Lampung), menumbuhkan kreativitas anak-anak muda untuk beraktivitas dengan seni tari. Melalui penelitian yang intensive lahir karya tari Nenemo. Nenemo adalah salah satu rangsangan tumbuhnya 12 komunitas tari di Tubaba, bahkan Nenemo disebut adalah tari tradisi Tubaba. Kerja budaya ini bersama Studio Hanafi.
2018 : Festival Tubaba dan Festival Nenemo

2017, 2019-Sekarang : Bekerja dengan Pemda Solok Selatan untuk sebuah kawasan Rumah Gadang yang menjadi tujuan wisata, dengan merancang festival sebagai upaya mengaktifkan kembali fungsi rumah gadang dan masyarakat serta sebaliknya. Dengan riset dan mengingatkan kembali kepada masyarakat yang pernah mengalami serta memperkenalkan bentuk-bentuk budaya yang pernah tumbuh dulunya kepada generasi muda dan wisatawan melalui festival.
Konseptor dan Direktur Artistik Festival Saribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat

2016-2020: Menggagas sebuah program yang mendorong komunitas mulai berkarya terutama bagi koreografer muda. Program ini adalah program berjenjang dari berkarya tanpa di kurasi hingga berkarya dengan dibekali pengetahuan, dan pentas. Ini menjadi platform tari berbagai genre yang bernama, Jakarta Dance Meet Up(JDMU Reguler) dan JDMU Selection

2020: mendirikan Yayasan Seni Tari Indonesia dengan beberapa teman termasuk teman-teman dari generasi milenial.
2020: Merancang program Distance Parade (pertunjukan tari virtual) atas nama Yayasan Seni Tari Indonesia dan BudayaSaya Kemendikbud menggunakan medium kamera. Program masa pandemi sebagai rasa empati terhadap teman-teman seniman tari yang tidak dapat berkarya. Peserta seleksi seluruh Indonesia sebanyak 233 karya. Program “Kabar Tari” yang tayang di YouTube Seni Tari Indonesia dengan topik2 tentang pengetahuan Koreografi dan tari secara umum.
2021 : Distance Parade 2 “Perempuan dan Kain”

2021: Mendirikan komunitas “SEKOCI” (Serikat Koreografer Cahaya Indonesia) di Sumbar dan menginisiasi Festival MenTARI bagi koreografer Sumbar. Sebuah festival yang berdurasi 3 bulan dengan sistem daring, mengutamakan sebuah kerja proses penciptaan.

2021 : Supervisi Program Pemberdayaan dan Penciptaan karya tari di Labuan Bajo
2022 : Tim Kreatif Ruwatan Bumi Indonesia Bertutur di Borobudur
2022 : Board dan founder Festival MenTari #2 di Padangpanjang.
2022 : Karya Jarum Dalam Jerami di Festival Budaya Matrilineal, Sumbar. Dan di GBB TIM Jakarta
2023 : Jambi Festari bekerjasama dengan DAAL dan Taman Budaya Jambi

MUSIK

DR. Suhendi Afrianto, S.Kar, MM Lahir di Bandung 23 Juli 1962

PROFESI
• Staf Pengajar Jurusan Karawitan ASTI-STSI-ISBI Bandung sejak 1986 – sekarang.
• Staf pengajar Pascasarjana STSI-ISBI Bandung sejak 2011 – sekarang.
• Komposer versi Broadcast Music Incorporation (BMI) New York sejak 1989 – sekarang.
• Asesor BAN-PT sejak tahun 2011 – sekarang.
• Asesor BKD Nasional sejak 2017 – sekarang, NIRA: 99081056036801.
• Asesor Kompetensi Profesi Bidang Musik sejak 2019 – sekarang, Nomor Reg. MET 000 002842 2019.
• Pengamat Musik Tradisi Nusantara sejak 1987 – sekarang.
• Chairman The Foundation of Komunikasi Karawitan Indonesia sejak 2021 – Akta Notaris: 03 tanggal 23 Juli 2021 – SK Kemenkumham RI nomor: AHU0017743.AH.01.04 Tahun 2021.

PROFILE
• Doktor Kajian Pendidikan Nilai Universitas Pendidikan Indonesia Bandung – Lulus tahun 2013.
• Lektor Kepala/Associate Professor/IV/c – Pembina Utama Madya ISBI Bandung bidang Seni Gamelan sejak 2012.

KARYA PENELITIAN/BUKU
• Nilai dalam Seni Tradisional Jawa Barat – Disparbud Jabar tahun 2013.
• Seni Gamelan dan Pendidikan Nilai – Sunan Ambu Press 2014.
• Teori Kreativitas – Sunan Ambu Press 2016.
• Kritik Musik Nusantara – Paraguna 2018.

KARYA SENI
• 15 Karya Komposisi Karawitan, 26 Karya Ilustrasi Tari, 15 Karya Ilustrasi Teater dan Film, 11 Karya Musik Oratorium Multi Media Seni, dan 10 Karya Lagu Pop Sunda (Komersil sudah direkam di beberapa Label Industri Musik). Keseluruhan karya dari tahun 1986 – sekarang berjumlah 77 karya yang telah dihasilkan dan baru tiga karya yang sudah mendapatkan Sertifikat HKI dari Kemenkumham RI.
• Beberapa karya komposisi Karawitan dipentaskan di festival Internasional, seperti di: Jepang (1992), Malaysia (1990, 1992), Athena-Yunani (2006), China (2009 – 2019), Vietnam (2008), dan Inggris (2016).

PENGHARGAAN
• Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1983.
• Dosen Teladan Tingkat Nasional tahun 1994 – Penerima Adhitya Tridharma Nugraha dari Mendikbud RI 1994.
• Penerima Satya Lencana 10 tahun – 20 tahun – 30 tahun dari Presiden RI.
• Penerima Anugrah sebagai Dosen Inspiratif ISBI Bandung dari Rektor ISBI Bandung tahun 2019.
• Penerima Anugrah Budaya sebagai Tokoh Inspiratif dari Walikota Cirebon tahun 2019.

(*/)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + = 24