21 April 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Lima Cedera Akibat Hubungan Seks dan Cara Menghindarinya

2 min read

Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]

JAMBIDAILY INTIM, Kesehatan – Hubungan seksual tak hanya soal kenikmatan belaka, sebab kegiatan ini juga memicu cedera tertentu. Hal ini bisa disebabkan karena masalah genital atau kegiatan yang Anda dan pasangan lakukan.

Melansir dari Insider, berikut adalah beberapa cedera paling umum yang diakibatkan oleh hubungan seksual, antara lain:

Robek pada Vagina

Lubang vagina yang disebut posterior fourchette adalah area yang rentan mengalami kerobekan. Hal ini bisa menimbulkan rasa sakit dan bisa berdarah, bahkan menimbulkan potensi masalah kronis.

“Siklus penyembuhan robek kronis menyebabkan granuloma fissuratum vulva yang membutuhkan terapi bedah,” kata Dr. Michael Ingber yang memiliki sertifikasi dewan dalam bidang urologi dan kedokteran panggul wanita dan bedah rekonstruktif.

Untuk mengurangi potensi robekan, perlu memastikan pelumasan sebelum melakukan hubungan sosial. Ini akan mengurangi gesekan dan mengurangi risiko robekan.

Dasar Panggul Tegang

Dasar panggul memberikan dukungan untuk organ-organ panggul lain. Ketika dasar panggul tegang berulang saat berhubungan seks maka bisa berdampak negatif pada organ dalam. Solusinya adalah dengan pelumasan cukup dan relaksasi tekanan pada otot.

Fraktur penis

Fraktur penis atau penis patah merupakan cedera yang timbul saat penis sedang ereksi. “Biasanya, terdengar bunyi letupan dan penis bisa membengkak serta memar hingga terlihat seperti terong,” kata Ingber.

“Hal ini tentu saja menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bagi pemilik penis, tetapi juga menyakitkan bagi pasangannya, ini bisa menyebabkan penis patah,” tambahnya.

Hal ini bisa terjadi pada hubungan seksual yang kasar, sehingga untuk menghindarinya Anda perlu mengurangi intensitasnya. Jika Anda merasa penis mengenai bagian tubuh yang tidak seharusnya, segera ganti posisi untuk menghindari cedera.

Otot Ketarik

Seks adalah aktivitas membakar kalori dan sangat mungkin memicu otot ketarik. Biasanya ini terjadi di bagian punggung. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu.

“Sebelum mengubah tubuh Anda menjadi pose seksual yang berbeda, terkadang Anda perlu meregangkan tubuh terlebih dahulu,” catat Caitlin Hoff, seorang penyelidik kesehatan dan keselamatan di ConsumerSafety.org.

Patah Tulang

Anda bisa mengalami cedera patah tulang atau keseleo sendi karena hubungan seksual yang terlalu aktif.

“Cedera ini mungkin muncul dalam bentuk jari bengkok hingga tulang rusuk yang retak tergantung pada situasinya, tetapi paling umum cedera ini berasal dari jatuh dari tempat tidur, terpeleset di kamar mandi atau tidak sengaja menjatuhkan pasangan Anda,” kata Hoff.

Untuk memperkecil risiko, Anda perlu mewaspadai lingkungan sekitar saat melakukan hubungan seksual. (*/suara.com)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

76 + = 85