1 Maret 2024

Jambi Daily

Media Online Publik Aksara Propinsi Jambi

Lambang “Diinjak-injak” Masyarakat Geram dan Ketua PWI Kota Sungai Penuh Mengecam Keras

3 min read

JAMBIDAILY SUNGAIPENUH – Masyarakat beraksi terhadap pelecehan pada lambang Kota Sungai Penuh, Lambang Kota Sungai Penuh Diinjak-injak, Pelecehan Luar Biasa Terhadap Agama, Adat Istiadat dan Budaya

Lambang Kota Sungai Penuh merupakan simbol budaya dan kearifan lokal yang melekat pada setiap masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan keimanan pada sang pencipta Allah SWT.

Setiap gambar pada lambang Kota Sungai Penuh mengandung makna yang dalam, antara lain lambang masjid dan gong.

Masjid dengan tiga atap simbol tiga filosofi kehidupan masyarakat di Kota Sungai Penuh yaitu, beriman kepada Tuhan (Allah SWT), empat kaum yang bersatu dan tiga pusaka yang dijaga oleh masyarakat.

Delapan pintu pada masjid melambangkan delapan pucuk larangan dan undang undang.

Gong melambangkan masyarakat Kota Sungai Penuh yang menjaga dan mempertahankan kebudayaan, selain itu masyarakat juga bermusyawarah untuk mencapai mufakat.

Kini lambang Kota Sungai Penuh yang menjadi kebanggaan masyarakatnya sudah dilecehkan serta diinjak-injak, lambang tersebut di pasang pada penutup pintu air di trotoar lingkar lapangan merdeka. Pada lingkar lambang tertulis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai Penuh.

Masyarakat beraksi terhadap pelecehan pada lambang Kota Sungai Penuh, Ady Praja ketua PWI kota Sungai Penuh mengecam keras atas tindakan Dinas Pekerjaan Umum kota Sungai Penuh dalam meletakkan Lambang kota Sungai Penuh di trotoar.

“ini jelas penghinaan dan pelecehan bukannya mudah seperti membalikkan telapak tangan dalam membentuk Kota sungai penuh,” Tegasnya.

Ady Praja, meminta Wali kota Sungai Penuh untuk membentuk tim khusus dalam menyikapi pelecehan terhadap lambang kota Sungai Penuh ini.

“Kapan perlu copot Kadis PU dan Kabid Tata ruang karena ini lambang Kota Sungai Penuh yang melambangkan masyarakat Kota sungai penuh. Sama saja menginjak injak masyarakat kota sungai penuh,” Ungkapnya Geram.

Peristiwa tersebut turut disuarakan Ketua lembaga Adat Kota Sungai Penuh, Maipendri menyebut akan melapor ke wali Kota Sungai Penuh “Ini tidak benar nanti kita akan lapor ke wali kota,” Ujarnya.

Sementara itu, salah satu Tokoh Adat Pondok Tinggi, Eka Satria.Dpt, menegaskan Seharusnya Lambang Kota Sungai Penuh diletakkan di tempat yang strategis dan tinggi karena melambangkan citra dan wibawa Kota Sungai Penuh, bukan diletakkan untuk diinjak.

“ini penghinaan, Saya selaku masyarakat Kota Sungai Penuh mengecam keras atas tindakan Dinas Pekerjaan Umum kota Sungai Penuh. Kapan perlu copot kadis dan Kabid nya karena lalai dalam meletakkan sesuatu,” Tuturnya.

Feri Siswandi dosen STIE Sungai Penuh dikolom komputer sebuah akun Facebook terlihat juga berkomentas pedas “Perubahan yang tidak benar ini,” katanya.

Salah satu masyarakat yang melihat itu, turut menyesalkan dan menyatakan adalah pelecehan serta budaya masyarakat.

“Ini pelecehan terhadap agama, pelecehan terhadap adat istiadat dan budaya masyarakat yang dijunjung tinggi selama ini. Kami minta lambang Kota Sungai Penuh segera dibongkar jangan diletakkan di bawah,” Pinta masyarakat yang tidak ingin menyebutkan nama. (*/AP/HN)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

36 − = 31