banner 120x600
banner 120x600
RAGAM

Motif Melayu dan Sentuhan Modern Batik Jambi Memikat Pengunjung Balai Kartini

×

Motif Melayu dan Sentuhan Modern Batik Jambi Memikat Pengunjung Balai Kartini

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

JAMBIDAILY.COM — Kain Batik Jambi menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan “Persit Bisa Vol 2” yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Balai Kartini, Jakarta. Keunikan motif khas Melayu serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional berhasil mencuri perhatian para pengunjung dan pecinta batik dari berbagai daerah.

Pada ajang tersebut, Batik Jambi tampil tidak hanya sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai representasi budaya yang sarat makna. Motif-motif seperti Tampuk Manggis, Sulur Pakis, Burung Kuau, hingga ornamen Rumah Larik menjadi pusat perhatian karena memiliki karakter yang berbeda dibandingkan batik daerah lain.

Warna-warna khas seperti cokelat tanah, biru indigo, dan kuning kunyit memberikan kesan hangat sekaligus berwibawa. Banyak pengunjung terlihat berhenti di booth Batik Jambi untuk memperhatikan detail motif serta mendengarkan penjelasan tentang filosofi di balik setiap corak.

Perajin Batik Jambi, Ibu Ruslaini Fadli, yang juga anggota Persit KCK Cabang XXIII Dim 0415/Jambi, menampilkan secara langsung proses membatik menggunakan canting. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu magnet utama di area pameran.

Pengunjung tampak antusias mencoba mencanting di atas kain perca sambil mengabadikan proses tersebut melalui telepon genggam mereka. Momen ketika pola batik mulai muncul setelah proses pencelupan warna menjadi daya tarik tersendiri.

“Banyak pengunjung tertarik karena mereka bisa melihat langsung bagaimana batik dibuat. Dari situ mereka mulai bertanya tentang makna motif, pewarna alami, hingga proses pengerjaannya,” ujar Ruslaini.

Selain demo membatik, Batik Jambi juga diperkenalkan melalui mini fashion show berdurasi sekitar 10 menit. Dalam peragaan tersebut, Ruslaini menampilkan busana berbahan Batik Jambi dengan sentuhan desain kontemporer yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Model pakaian seperti outer, kemeja kasual, dan scarf bermotif Melayu Jambi dinilai mampu menarik minat generasi muda karena lebih fleksibel digunakan dalam berbagai suasana.

Ketertarikan pengunjung tidak berhenti pada aspek visual. Banyak di antara mereka yang akhirnya memesan kain maupun pakaian berbahan Batik Jambi setelah mengetahui filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Motif Tampuk Manggis, misalnya, melambangkan kelimpahan dan keharmonisan. Sementara Sulur Pakis menggambarkan pertumbuhan dan kesinambungan hidup. Adapun Burung Kuau dimaknai sebagai simbol kewaspadaan dan keanggunan.

Menurut Ruslaini, promosi melalui event nasional seperti Persit Bisa Vol 2 menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan budaya Jambi kepada masyarakat luas.

“Batik bukan hanya kain, tetapi identitas budaya. Ketika orang mengenal motifnya, mereka juga mulai mengenal cerita dan tradisi masyarakat Jambi,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Batik Jambi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk kerajinan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu yang terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

#BatikJambi

#PersitBisaVol2

#BudayaMelayuJambi

Tinggalkan Balasan