JANBIDAILY.COM– Universitas Muhammadiyah Jambi menjadi saksi terselenggaranya Diskusi Panel Multi Topik yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Provinsi Jambi dalam rangka Milad ‘Aisyiyah ke-109.
Acara ini merupakan bagian dari Sarasehan Empat Majelis yang melibatkan Majelis Hukum dan HAM (MHH), Majelis Pembinaan Kader (MPK), Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA), serta Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB).
Sekitar 300 peserta hadir, terdiri dari pimpinan wilayah, organisasi otonom Muhammadiyah, serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari berbagai daerah di Jambi. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah.
Sambutan pertama disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya dukungan akademisi terhadap penguatan kapasitas perempuan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi perempuan yang kritis, berdaya, dan siap memimpin. Dilanjutkan dengan pengarahan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi, yang menegaskan sinergi antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam membangun bangsa.
Puncak pembukaan ditandai dengan pidato Milad oleh Ketua PWA Jambi, Dirmanida, S.Pdi., yang sekaligus membuka sarasehan. Dalam pidatonya, Dirmanida menekankan bahwa perempuan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai agen perubahan di tengah krisis kepercayaan publik.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi perempuan untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperkuat peran dalam kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan,” ujarnya.
Ketua Panitia, Dr. Irmanelly, S.E., M.E., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara serta apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung. Moderator acara, Dr. Yorina An’guna Bansa, S.Pd., M.Pd., memandu jalannya diskusi dengan penuh energi, memastikan setiap sesi berjalan lancar dan interaktif.
Diskusi panel menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Mayarizka Chandra (OJK), Prof. Dr. Ir. H. Aswandi Idris (LLHPB/UNJA), Iron Sahroni, M.H. (Ketua KPU Provinsi Jambi), serta Amat Djoemadi, S.H., M.H. (Kanwil Hukum dan HAM). Materi yang disampaikan menyoroti isu politik perempuan, literasi keuangan, kepemimpinan, hukum, serta lingkungan hidup.
Acara ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis yang akan menjadi pijakan langkah ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup:
1. Meningkatkan pendidikan politik bagi perempuan, agar mereka lebih kritis dan aktif dalam proses demokrasi.
2. Penguatan kaderisasi kepemimpinan di berbagai level, sehingga lahir generasi perempuan yang siap memimpin dengan integritas.
3. Perluasan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun organisasi masyarakat.
4. Kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan daerah dan bangsa, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Penutupan acara berlangsung khidmat dengan penandatanganan MoU dan MoA antara PWA Jambi dan Kanwil Hukum dan HAM, serta penyerahan cenderamata kepada para narasumber. Foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia menjadi simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat peran perempuan di tengah krisis kepercayaan.
Dengan tema besar “Politik Perempuan di Tengah Krisis Kepercayaan”, Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Jambi meneguhkan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat berkemajuan, berkeadilan, dan berkeadaban.
(JD/Yuliana).










